”Kalau memulai bisnis
jangan sampai ketika baru mulai langsung membayangkan untung besar atau
membangun sistem yang muluk-muluk dan rumit. Yang penting bisnis bisa bergulir
dulu!” –Mohammad Nadjikh, pengusaha
perikanan, Presiden Direktur PT Kelola
Mina Laut Group.
PT Kelola Mina Laut berdiri
pada tanggal 17 Agustus 1994, berpusat di daerah Kawasan Industri Gresik. Usaha
yang dirintis oleh bapak Mohammad Nadjikh ini berawal dari keinginan beliau untuk
memulai usaha sendiri setelah memutuskan keluar dari perusahaan tempat beliau
bekerja. PT Kelola mina laut bergerak dibidang industri pengolahan dan
pemasaran hasil perikanan laut (seafood
industy). Hal ini karena pada waktu itu peluang pasar hasil perikanan laut
khususnya ikan teri yang akan dikembangkan memang ada, dan tren kebutuhan pasarnya semakin meningkat, khususnya untuk pasar
internasional termasuk Jepang.
Ketika memulai usahanya,
beliau hanya bermodalkan uang sebesar Rp 10-20 juta, itu pun hasil dari
patungan beliau dengan seorang temannya. Bersama 15 orang karyawan, beliau
terus melakukan ekspansi di pabrik pertama PT KML yang berada di daerah Tuban.
Kalau pada saat pertengahan tahun 1994 PT KML hanya bisa mengekspor satu dua
kontainer, maka dalam beberapa tahun terakhir rata-rata bisa mengekspor 100-130
kontainer per bulan. Ada yang dikirim dengan kontainer ukuran 20 feet, namun
sebagian besar (60%) memakai ukuran 40 feet. Tahun 2005 lalu misalnya, total
penjualan KML tak kurang dari US$ 80 juta. Semua itu diperoleh dari pasar
ekspor di berbagai nagara yang meliputi Amerika, Jepang, negara-negara Eropa
(Spanyol, Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Portugal, dll.)
Perusahaan yang kini telah
memiliki kurang lebih 5.500 karyawan ini, terdiri dari enam divisi produk. Keenam
divisi produk tersebut adalah frozen
shrimp (udang), frozen fish and
chepalopode (berbagai jenis ikan), dry
seafood (ikan teri), crabmeat product
(daging rajungan : ada yang kalengan ada pula yang dibekukan), value added product (produk olahan seafood siap saji), dan fish ball product (aneka ragam bakso seafood) yang terkenal dengan merek PRIMA STAR.
Besarnya skala usaha PT KML
juga bisa dilihat dari jumlah pabrik cold
storage-nya yang tersebar di 27 lokasi di sepanjang pantai utara Jawa,
dengan pusat cold storage di Gresik.
Tidak hanya itu, PT KML termasuk eksportir terbesar jenis produk ikan teri nasi
(dry seafood) yang berhasil menguasai
70% pasar Jepang.
Pertumbuhan PT KML tergolong
sangat cepat. Meskipun pada saat memulai usaha dulu pernah dihina dan pabriknya
diledek bagaikan ’kandang kuda dari Irak’. Dalam pertumbuhannya, PT KML
melakukan salah satu cara pemasaran yang efektif untuk mencari klien baru
adalah dengan pola experiental marketing,
yaitu dengan mengajak calon pelanggan untuk melihat dan merasakan langsung
produk serta pabrik-pabrik cold storange
PT KML. Sehingga pelanggan akan tahu persis dan mengalaminya secara langsung benefit dan keunggulan yang ditawarkan
oleh PT KML.
Dalam menjalankan
langkah-langkah pemasaran, PT KML mesti berorientasi jangka panjang dan terus
menjaga hubungan baik dengan para pelanggan. Sehingga dalam penjualan produk,
tidak ada pelanggan yang merasa dibanding-bandingkan dengan adanya perbedaan
harga.
Selain itu, sukses tidaknya
bisnis akan sangat ditentukan oleh kekuatan pasokan bahan baku. Apalagi
industri ini termasuk agribisnis yang dalam banyak hal sangat terpengaruh oleh
faktor alam. Untuk mengatasi kendala semacam ini, PT KML membangun network khusus di bahan baku. Sehingga
pasokan ikan tidak hanya pada musim-musim tertentu melainkan sepanjang tahun.
Jejaring tersebut terdiri dari para supplier
di tiap-tiap wilayah. Mula-mula para supplier
tersebut dilakukan penbinaan. Kemudian supplier
tersebut yang nantinya akan membina nelayan sebanyak mungkin untuk
menghasilkan ikan yang lebih banyak.
Walhasil, berkat perencanaan
dan strategi yang matang di setiap pengembangan usahanya dan tidak merasa cepat
puas, kini PT KML telah berhasil membuktikan bahwa segala sesuatu itu mungkin
terjadi asal ada kemauan yang diimbangi dengan kerja keras dan kekonsistenan. Sehingga
padda tahun 2002 lalu, PT Kelola Mina Laut mendapatkan International Awards for
Best Performance dari Council Award United Kingdom, Eksportir terbaik Jawa
Timur tahun 2002, bahkan KLM juga mendapat pengakuan sebagai perusahaan
eksportir terbaik Indonesia dengan diraihnya Primaniyarta Award dari Presiden
Republik Indonesia pada tahun 2001 dan 2005, juga sederet penghargaan lainnya
baik ditingkat nasional maupun internasional.