Rabu, 23 Mei 2012

Pabriknya Diledek Bagaikan ’Kandang Kuda dari Irak’ (Kisah Inspiratif dari Bapak Mohammad Nadjikh - PT KML)



Kalau memulai bisnis jangan sampai ketika baru mulai langsung membayangkan untung besar atau membangun sistem yang muluk-muluk dan rumit. Yang penting bisnis bisa bergulir dulu!” –Mohammad Nadjikh, pengusaha perikanan, Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut Group.

PT Kelola Mina Laut berdiri pada tanggal 17 Agustus 1994, berpusat di daerah Kawasan Industri Gresik. Usaha yang dirintis oleh bapak Mohammad Nadjikh ini berawal dari keinginan beliau untuk memulai usaha sendiri setelah memutuskan keluar dari perusahaan tempat beliau bekerja. PT Kelola mina laut bergerak dibidang industri pengolahan dan pemasaran hasil perikanan laut (seafood industy). Hal ini karena pada waktu itu peluang pasar hasil perikanan laut khususnya ikan teri yang akan dikembangkan memang ada, dan tren kebutuhan pasarnya semakin meningkat, khususnya untuk pasar internasional termasuk Jepang.
Ketika memulai usahanya, beliau hanya bermodalkan uang sebesar Rp 10-20 juta, itu pun hasil dari patungan beliau dengan seorang temannya. Bersama 15 orang karyawan, beliau terus melakukan ekspansi di pabrik pertama PT KML yang berada di daerah Tuban. Kalau pada saat pertengahan tahun 1994 PT KML hanya bisa mengekspor satu dua kontainer, maka dalam beberapa tahun terakhir rata-rata bisa mengekspor 100-130 kontainer per bulan. Ada yang dikirim dengan kontainer ukuran 20 feet, namun sebagian besar (60%) memakai ukuran 40 feet. Tahun 2005 lalu misalnya, total penjualan KML tak kurang dari US$ 80 juta. Semua itu diperoleh dari pasar ekspor di berbagai nagara yang meliputi Amerika, Jepang, negara-negara Eropa (Spanyol, Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Portugal, dll.)
Perusahaan yang kini telah memiliki kurang lebih 5.500 karyawan ini, terdiri dari enam divisi produk. Keenam divisi produk tersebut adalah frozen shrimp (udang), frozen fish and chepalopode (berbagai jenis ikan), dry seafood (ikan teri), crabmeat product (daging rajungan : ada yang kalengan ada pula yang dibekukan), value added product (produk olahan seafood siap saji), dan fish ball product (aneka ragam bakso seafood) yang terkenal dengan merek PRIMA STAR.
Besarnya skala usaha PT KML juga bisa dilihat dari jumlah pabrik cold storage-nya yang tersebar di 27 lokasi di sepanjang pantai utara Jawa, dengan pusat cold storage di Gresik. Tidak hanya itu, PT KML termasuk eksportir terbesar jenis produk ikan teri nasi (dry seafood) yang berhasil menguasai 70% pasar Jepang.
Pertumbuhan PT KML tergolong sangat cepat. Meskipun pada saat memulai usaha dulu pernah dihina dan pabriknya diledek bagaikan ’kandang kuda dari Irak’. Dalam pertumbuhannya, PT KML melakukan salah satu cara pemasaran yang efektif untuk mencari klien baru adalah dengan pola experiental marketing, yaitu dengan mengajak calon pelanggan untuk melihat dan merasakan langsung produk serta pabrik-pabrik cold storange PT KML. Sehingga pelanggan akan tahu persis dan mengalaminya secara langsung benefit dan keunggulan yang ditawarkan oleh PT KML.
Dalam menjalankan langkah-langkah pemasaran, PT KML mesti berorientasi jangka panjang dan terus menjaga hubungan baik dengan para pelanggan. Sehingga dalam penjualan produk, tidak ada pelanggan yang merasa dibanding-bandingkan dengan adanya perbedaan harga.
Selain itu, sukses tidaknya bisnis akan sangat ditentukan oleh kekuatan pasokan bahan baku. Apalagi industri ini termasuk agribisnis yang dalam banyak hal sangat terpengaruh oleh faktor alam. Untuk mengatasi kendala semacam ini, PT KML membangun network khusus di bahan baku. Sehingga pasokan ikan tidak hanya pada musim-musim tertentu melainkan sepanjang tahun. Jejaring tersebut terdiri dari para supplier di tiap-tiap wilayah. Mula-mula para supplier tersebut dilakukan penbinaan. Kemudian supplier tersebut yang nantinya akan membina nelayan sebanyak mungkin untuk menghasilkan ikan yang lebih banyak.
Walhasil, berkat perencanaan dan strategi yang matang di setiap pengembangan usahanya dan tidak merasa cepat puas, kini PT KML telah berhasil membuktikan bahwa segala sesuatu itu mungkin terjadi asal ada kemauan yang diimbangi dengan kerja keras dan kekonsistenan. Sehingga padda tahun 2002 lalu, PT Kelola Mina Laut mendapatkan International Awards for Best Performance dari Council Award United Kingdom, Eksportir terbaik Jawa Timur tahun 2002, bahkan KLM juga mendapat pengakuan sebagai perusahaan eksportir terbaik Indonesia dengan diraihnya Primaniyarta Award dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2001 dan 2005, juga sederet penghargaan lainnya baik ditingkat nasional maupun internasional.

Senin, 21 Mei 2012

Rajab ooh Rajab...


Seseorang bertanya kepada seorang ustad:
Assalamu ‘Alaikum … , afwan Ust. Ana mau tanya tentang keutamaan shaum pada 1,2, dan 3 Rajab. Bagaimana matan dan sanad hadits tersebut? Katanya pahalanya sama dengan puasa selama 900 tahun.
Syukran Ust atas jawabannya.Semoga Allah selalu memberkahi dan memberi kesehatan kepada Ust. Amin.

Jawaban (oleh ust.Farid Nu’man Hasan):

Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh
Bismillah wal hamdulillah, wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashahabihi wa man waalah wa ba’d:

Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah Ta’ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.[1]

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (95): 2)

Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah dzul qa’dah, dzul hijjah, rajab, dan muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.

“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)

Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu (mengagungkan), sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al Farra’. (Imam Ibnu Rajab, Lathaif Al Ma’arif, Hal. 117. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Banyak manusia meyakini bulan Rajab sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, puasa, dan menyembelih hewan untuk disedekahkan. Tetapi, kebiasaan ini nampaknya tidak didukung oleh sumber yang shahih. Para ulama hadits telah melakukan penelitian mendalam, bahwa tidak satu pun riwayat shahih yang menyebutkan keutamaan shalat khusus, puasa, dan ibadah lainnya pada bulan Rajab, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani dan Syaikh Yusuf Al Qaradhawi. Benar, bulan Rajab adalah bulan yang agung dan mulia, tetapi kita tidak mendapatkan hadits shahih tentang rincian amalan khusus pada bulan Rajab. Wallahu A’lam

Sebagai contoh:

“Sesungguhnya di surga ada sungai bernama Rajab, airnya lebih putih dari susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpuasa Rajab satu hari saja, maka Allah akan memberikannya minum dari sungai itu.” (Status hadits: BATIL. Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 1898)

“Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak: awal malam pada bulan Rajab, malam nishfu sya’ban, malam Jumat, malam idul fitri, dan malam hari raya qurban.” (Status hadits: Maudhu’ (palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 1452)
“Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Status hadits: Dhaif (lemah). Lihat As Silsilah Adh Dhaifah No. 4400)

“Dinamakan Rajab karena di dalamnya banyak kebaikan yang diagungkan (yatarajjaba) bagi Sya’ban dan Ramadhan.” (Status hadits: Maudhu’ (palsu). As Silsilah Adh Dhaifah No. 3708)

Dan masih banyak lagi yang lainnya, seperti shalat raghaib (12 rakaat) pada hari kamis ba’da maghrib di bulan Rajab (Ini ada dalam kitab Ihya Ulumuddin-nya Imam Al Ghazali. Segenap ulama seperti Imam An Nawawi mengatakan ini adalah bid’ah yang buruk dan munkar, juga Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Nuhas, dan lainnya mengatakan hal serupa).

Walau demikian, tidak berarti kelemahan semua riwayat ini menunjukkan larangan ibadah-ibadah secara global. Melakukan puasa, sedekah, memotong hewan untuk sedekah, dan amal shalih lainnya adalah perbuatan mulia, kapan pun dilaksanakannya termasuk bulan Rajab, kecuali puasa pada hari-hari terlarang puasa.

Tidak mengapa puasa pada bulan Rajab, seperti puasa senin kamis dan ayyamul bidh (tanggal 13,14,15 bulan hijriah), sebab ini semua memiliki perintah secara umum dalam syariat yang dilakukan pada bulan apa saja. Tidak mengapa pula sekedar ingin puasa mutlak tanggal 1,2, dan 3 Rajab dengan tanpa embel-embel keyakinan yang tanpa dasar. Tidak mengapa sekedar memotong hewan untuk disedekahkan, yang keliru adalah meyakini dan MENGKHUSUSKAN ibadah-ibadah ini dengan fadhilah tertentu yang hanya bisa diraih di bulan Rajab, dan tidak pada bulan lainnya. Jika seperti ini, maka membutuhkan dalil shahih yang khusus, baik Al Quran atau As Sunnah. Jika tidak ada maka hal itu menjadi ibadah muhdats (baru) dan mengada-ngada.

Sementara itu, mengkhususkan menyembelih hewan (istilahnya Al ‘Atirah) pada bulan Rajab, telah terjadi perbedaan pendapat di dalam Islam. Imam Ibnu Sirin mengatakan itu sunah, dan ini juga pendapat penduduk Bashrah, juga Imam Ahmad bin Hambal sebagaimana yang dikutip oleh Hambal. Tetapi mayoritas ulama mengatakan bahwa hal itu adalah kebiasaan jahiliyah yang telah dihapuskan oleh Islam. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits shahih: “Tidak ada Al Fara’ dan Al ‘Atirah.” (Imam Ibnu Rajab, Lathaif Al Ma’arif Hal. 117)

Namun, jika sekedar ingin menyembelih hewan pada bulan Rajab, tanpa mengkhususkan dengan fadhilah tertentu pada bulan Rajab, tidak mengapa dilakukan. Karena Imam An Nasa’i meriwayatkan, bahwa para sahabat berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, dahulu ketika jahiliyah kami biasa menyembelih pada bulan Rajab?” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اذبحوا لله في أي شهر كان

“Menyembelihlah karena Allah, pada bulan apa saja.” (HR. An Nasa’i, hadits ini shahih. Lihat Shahih Al Jami’ Ash Shaghir wa Ziyadatuhu, 1/208)

Benarkah Isra Mi’raj Terjadi Tanggal 27 Rajab?

Ada pun tentang Isra’ Mi’raj, benarkah peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab? Atau tepatnya 27 Rajab? Jawab: Wallahu A’lam. Sebab, tidak ada kesepakatan para ulama hadits dan para sejarawan muslim tentang kapan peristiwa ini terjadi, ada yang menyebutnya Rajab, dikatakan Rabiul Akhir, dan dikatakan pula Ramadhan atau Syawal. (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7/242-243)

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, bahwa banyak ulama yang melemahkan pendapat bahwa peristiwa Isra terjadi pada bulan Rajab, sedangkan Ibrahim Al Harbi dan lainnya mengatakan itu terjadi pada Rabi’ul Awal. (Ibid Hal. 95).

Beliau juga berkata:

و قد روي: أنه في شهر رجب حوادث عظيمة ولم يصح شيء من ذلك فروي: أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد في أول ليلة منه وأنه بعث في السابع والعشرين منه وقيل: في الخامس والعشرين ولا يصح شيء من ذلك وروى بإسناد لا يصح عن القاسم بن محمد: أن الإسراء بالنبي صلى الله عليه وسلم كان في سابع وعشرين من رجب وانكر ذلك إبراهيم الحربي وغيره

“Telah diriwayatkan bahwa pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa agung dan itu tidak ada yang shahih satu pun. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada awal malam bulan itu, dan dia diutus pada malam 27-nya, ada juga yang mengatakan pada malam ke-25, ini pun tak ada yang shahih. Diriwayatkan pula dengan sanad yang tidak shahih dari Al Qasim bin Muhammad bahwa peristiwa Isra-nya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terjadi pada malam ke-27 Rajab, dan ini diingkari oleh Ibrahim Al Harbi dan lainnya.” (Lathaif Al Ma’arif Hal. 121. Mawqi’ Ruh Al Islam)

Sementara, Imam Ibnu Hajar mengutip dari Ibnu Dihyah, bahwa: “Hal itu adalah dusta.” (Tabyinul ‘Ajab hal. 6). Imam Ibnu Taimiyah juga menyatakan peristiwa Isra’ Mi’raj tidak diketahui secara pasti, baik tanggal, bulan, dan semua riwayat tentang ini terputus dan berbeda-beda.
Sekian.

Wallahu A’lam

Farid Nu’man Hasan


[1] Sebagian imam ahli tafsir menyebutkan bahwa, hukum berperang pada bulan-bulan haram adalah dibolehkan, sebab ayat ini telah mansukh (direvisi) secara hukum oleh ayat: “Perangilah orang-orang musyrik di mana saja kalian menjumpainya ….”. Sementara, ahli tafsir lainnya mengatakan, bahwa ayat ini tidak mansukh, sehingga larangan berperang pada bulan itu tetap berlaku kecuali darurat. Dan, Imam Ibnu Jarir lebih menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa ayat ini mansukh (direvisi) hukumnya. (Jami’ Al Bayan, 9/478-479. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah) Imam Ibnu Rajab mengatakan kebolehan berperang pada bulan-bulan haram adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama), pelaranagn hanya terjadi pada awal-awal Islam. (Lathaif Al Ma’arif Hal. 116. Mawqi’ Ruh Al Islam).

Minggu, 20 Mei 2012

Rumus percepatan dalam GLBB


Rumus percepataan dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah perubahahan kecepatan dibagi selang waktu (a = ∆v/∆t). Percepatan (a) berbanding lurus dengan perubahan kecepatan (∆v). Semakin besar perubahan kecepatan (∆v) yang dilakukan maka makin besar pula percepatannya (a), dan begitu pula sebaliknya, untuk selang waktu (∆t) yang sama.

Lalu? apa hubunganya dengan kita?

Yaa.. setiap hari Allah memberi kita waktu yang sama yaitu 24 jam (∆t); namun, dalam hal memenej waktu, setiap orang mempunyai cara yang berbeda, semakin baik seseorang dalam memanfaatkan waktunya, maka semakin baik pula hasil yang akan ia peroleh (karena percepatan 'a' berbanding lurus dengan perubahan kecepatan '∆v') begitu pun sebaliknya, jika seseorang bermalas-malasan, maka kecepatannya berkurang dan akhirnya dia mengalami perlambatan dalam hidupnya (-a). Allah SWT telah berfirman dalam Al Qur'an : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (QS.13:11)

Jadi,, apalagi yang di tunggu kawan.. WE ARE CREATOR OF OUR DESTINY..! manfaatkanlah waktumu dengan perbuatan yang baik, percepatlah gerak langkahmu untuk bergerak di jalan Allah#

Kala Jalan Tertutup Ilalang



Putih kehidupan mewarna
Jauh sepoi nan bersahaja
Hampa jarang sulit
Menghela nafas, memegangnya erat


Warna kini berhamburan

Dinding itu mulai nampak
Harus ku lalui walau hampir patah
Hati tak bisa ingkar
Menoreh sejuta rasa


Kala piluku..
Kala Nikmat-Nya
 

af-ida Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez