Kata Arkan adalah kata jamak dari
rukn, yang berarti pilar utama atau salah satu pilar yang menjadi fondasi bangunan
sesuatu, atau pilar yang apabila ditinggalkan maka batal suatu pekerjaan dan
tidak memiliki kekuatan lagi.
Sementara itu kata bai’at berarti
perjanjian untuk mencurahkan ketaatan dengan harga yang setimpal. Pada asalnya,
kata bai’at bermakna mencurahkan ketaatan kepada penguasa dalam melakukan
perintahnya.
Seseorang yang melakukan bai’at
berarti dia telah berjanji untuk mencurahkan ketaatannya, sekalipun ketaatan
tersebut menuntut harta atau kepayahan atau jiwa selama hal itu dalam mencari
keridhaan Allah swt.
Dalil:
“Bahwasanya
orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia
kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka Barangsiapa yang
melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya
sendiri dan Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan
memberinya pahala yang besar”.
(Al-Fath:10)
Rukun-rukun bai'at tersebut yakni:
1. Al
Fahmu
Faham yang menyeluruh sebagai satu
dasar pemikiran yang benar, sangatlah diperlukan. Faham tidak saja dalam bidang
amal, juga dalam bidang aqidah. Faham juga merupakan suatu dasar bagi suatu
amal yang benar.
Faham yang sempurna dan yang benar.
2. Ikhlas
Keikhlasan seseorang tercermin dari
ucapan, tingkah laku dan kesungguhannya yang ditujukan untuk mencari keridhaan
Allah dan pahala-Nya.
“
Katakanlah,’ Sesungguhnya sholatku , ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah
untuk Allah , Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah
yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah
diri( kepada Allah ).”(QS. Al An’am :162-163).
3. Al Amal
Seseorang yang melakukan suatu
aktifitas (amal) telah terlebih dahulu mendapatkan ilmunya sehingga aktifitas
tersebut berjalan sesuai dengan maksud dan arahnya. Ilmu yang dimiliki yang
ditunjang oleh keikhlasan akan membuahkan amal yang baik. Adapun tingkatan amal
dimulai dari memperbaiki diri sendiri, membentuk keluarga muslim, membimbing
masyarakat, membebaskan tanah air dari penjajah, memperbaiki keadaan
pemerintah, mempersiapkan seluruh aset di dunia untuk kemaslahatan umat dan
menegakkan kepemimpinan di dunia dengan menyebarkan dakwah ke seluruh penjuru
dunia.
4. Jihad
Melaksanakan jihad merupakan
kewajiban yang akan terus dilaksanakan sampai akhir kiamat. Berjihad memiliki
beberapa tingkatan. Pertama adalah hati yang melakukan penolakan terhadap
kemungkaran. Selanjutnya adalah penolakan kemungkaran dengan lisan, tulisan dan
kekuasaan. Puncaknya adalah berperang di jalan Allah.
Allah Swt berfirman :
“ Dan
berjihadlah dijalan Allah dengan sebenar-benar jihad.”( QS.Al-Hajj : 78)
5.
Pengorbanan (At-thadiyyah )
Untukmeraih tujuan yang diinginkan
mutlak adanya suatu pengorbanan, baik jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala
sesuatu yang dimiliki. Perjuangan selalu diikuti dengan pengorbanan.
6. Taat
(At-Tha’ah )
Taat adalah melaksanakan perintah
dan menjalankannya dalam berbagai kondisi yang dihadapi. Ketaatan diwajibkan
dalam 3 fase dakwah, yaitu :
Ta,rif ( pengenalan )
Takwin (pembentukan )
Tanfidz (pelaksanaan )
Allah SWT berfirman :
“ Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-nya dan ulil amri
diantara kamu…( QS. An-Nisaa : 59 ).
7. Tsabat
Tsabat adalah senantiasa teguh dan
bersungguh-sungguh di jalan yang mengantarkan kepada tujuan. Tidak mengenal
jauhnya jalan dan lamanya waktu yang diperlukan hingga ia menemui Allah. Salah
satu dari kedua kebaikan akan didapat, yaitu kemenangan atau mati syahid.
Allah SWt berfirman :
“Hai
orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan
tetaplah bersiap siaga ! Dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
(Qs. Ali Imran : 200 ).
8.
At-Tajarrud
Tajarrud adalah membersihkan pola
pikir dari berbagai prinsip dan pengaruh individu. Tajarrud adalah
setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.
9.
Persaudaraan
Hati dan ruhani yang terikat dengan
aqidah adalah wujud dari persaudaraan yang hakiki, persaudaraabn dan persatuan
membutuhkan adanya cinta kasih. Wujud cinta kasih minimal adalah kelapangan
dada dan puncaknya adalah itsar (mementingkan orang lain).
Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya
orang-orang mukmin itu bersaudara.” (QS. Al- Hujurat :10 )
10. Tsiqah
Tsiqah adalah kepercayaan yang
memberikan rasa puas dari yang dipimpin terhadap yang memimpin dalam hal kepemimpinan
dan keikhlasannya. Selanjutnya kepuasan ini menghasilkan rasa cinta,
penghargaan, penghormatan dan ketaatan.
Allah SWT bergirman :
“Maka yang
lebih baik dan utama bagi mereka adalah tanda ketaatan dan ucapan yang baik.
(Qs. Muhammad : 20-21 )

0 komentar:
Posting Komentar