Having experience to Java with
Socrates “HARVEST”. Yaa, itulah kegiatan taunan
mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB. Kegiatan yang merupakan mata kuliah
lapang dengan bobot sks sebesar satu ini akhirnya benar-benar terlaksana.
Kegiatan ini juga akrab disebut “fieldtrip”, apapun namanya yang penting
kita have fun ajalah..hehe. Boleh jadi kegiatan ini adalah ajang refreshing
kami sebelum menghadapi UAS.
Unforgotable moment..
Dini hari sekitar pukul 2.00 AM kami anak-anak
AGH tumpah ruah memenuhi pelataran ATM Center IPB. Masih gelap memang, tapi
karena dengan niat ingin menikmati keindahan alam dan mengambil pelajaran
darinya, tak ada satu pun mahasiswa yang hadir dengan muka masam. Semuanya
sumringah dan penuh kegembiraan meski ada beberapa yang menahan rasa kantuk
karena belum tidur dari semalaman. Sebelum berangkat ke lokasi kunjungan yang
sudah direncanakan jauh-jauh hari, kami semua berbaris dengan rapih,
mendengarkan sambutan dan pelepasan resmi dari Kepala Departemen Agronomi dan
Hortikultura, pak Dr. Ir. Agus Purwito, M.agr. Setelah itu, kami mahasiswa AGH
yang berjumlah 157 dan didampingi oleh 10 dosen pembimbing memasuki bis
masing-masing dan siap melaju ke tempat kunjungan.
Hari pertama, kami mengunjungi dua
tempat yaitu PT Benara Flower Nursery dan PT East West atau yang biasa disebut
“Panah Merah”. Hari yang indah,, di PT Benara Flower Nursery ini kami banyak
belajar tentang pengelolaan pembibitan berbagai tanaman hias. Subhanallah..
lidah ini tak henti-hentinya mengucap tasbih, mensyukuri keindahan ciptaan Ilahi.
Ada sekitar 500 spesies tanaman hias yang diperbanyak di tempat ini. Ada yang jenisnya
palm, pohon, perdu, dan lain-lain. Ada tanaman in door ada pula tanaman out
door. Perusahaan yang terletak di daerah karawang ini, menyediakan
bibit-bibit tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat lokal maupun
mancanegara, terutama negara-negara di timur tengah. Setelah puas mengorek-ngorek
informasi dari pemilik perusahaan nursery ini, kami pun melanjutkan perjalanan
ke PT East West yang berada di daerah Purwakarta. Setibanya kami ditempat
kunjungan kedua ini, kami pun kembali dibuat tercengang dengan kecanggihan
teknologi yang telah diterapkan. Tempatnya bersih dan rapih. Kami diperlihatkan
proses pengolahan benih dari mulai penyimpanan benih yang datang dari petani,
proses pembersihan dan pemilahan benih, pengujian benih, hingga proses packing
benih menjadi kemasan dengan ukuran tertentu yang siap untuk dipasarkan. Sayang,
perusahaan ini bukan milik Indonesia melainkan milik Belanda. Hm,, kapan ya
Indonesiaku punya perusahaan seperti ini..??
Suatu saat nanti Indonesiaku pasti
punya yang seperti itu.. mungkin lebih canggih.. yeah.. nothing imposible..
Hari kedua, kami melaju ke daerah Pekalongan
dan Semarang. Kali ini kami mengunjungi PT Gula Sragi dan PTPN Kopi Banaran. Subhanallah..
ditempat ini kami pun disambut dengan baik, kami dijelaskan tentang aspek
budidaya tebu. Selain itu, kami juga diajak jalan-jalan melihat persiapan lahan
untuk penanaman tebu. Di sana, kami juga telah belajar tentang pengujian tebu
mana yang layak masuk pabrik untuk diproses lebih lanjut dan tebu mana yang
belum layak atau belum memenuhi standar masuk pabrik. Panentuan standar ini
didasarkan pada pengujian nilai padatan total terlarut (PTT) tebu menggunakan
alat yang dinamakan penetrometer. Tebu yang diizinkan masuk adalah tebu
dengan nilai PTT minimal 17. Tebu yang lolos pengujian, kemudian diangkut ke
pabrik dengan menggunakan kereta.
Letihnya tubuh kami pun seolah tak
terasa. Menjelang siang hari, bis kami pun melaju kembali, melanjutkan perjalanan
ke PTPN Kopi Banaran. Di sini, kami belajar tentang berbagai macam jenis tanaman
kopi. Selain itu, kami belajar teknik okulasi untuk penyediaan bibit kopi.
Sayangnya, kami tidak diizinkan untuk panen karena pada waktu itu, umur kopi
belum cukup untuk dilakukan pemanenan. Tapi rasa kecewa itu terobati dengan
keindahan alam di Banaran, karena ternyata, kebun kopi ini telah disulap
menjadi tempat rekreasi anak-anak. Sejauh mata memandang, lidah ini pun kembali
tak henti-hentinya mengucap kalimat tasbih, mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha
Agung. Di sepanjang jalan di kebun kopi ini terdapat aneka jenis tanaman
buah-buahan lengkap dengan keterangan namanya. Hari ini berakhir dengan
pembelian oleh-oleh kopi Banaran, sebagian dari kami ada yang membeli dalam
bentuk minuman dengan berbagai varian rasa. Nikmatnya..
“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang
kamu dustakan??” (Ar-Rahman:13)
Armada etnik dengan tour guide
yang ramah ini pun kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kami akan menikmati
indahnya alam kopeng di Salatiga serta hamparan permadani tembakau di Kelaten. Aih..
It’s amazing..!! Indahnya lembah kopeng lagi-lagi membuat kami takjub.. Dengan
mobil pick up kami dibawa ke kebun sayuran organik kampung kopeng, jauh
di atas bukit. Mobil pick up yang membawa kami melaju cukup kencang,
sesekali kami menjerit merasakan sensasinya seolah sedang naik roller
roaster. Di sepanjang jalan kami disuguhi dengan pemandangan pohon pinus,
terlihat gagah sekali, berdiri tegap menahan terpaan angin pegunungan yang
sejuk. Sekitar 10 menit mobil pick up ini melaju, dan sampailah kami di
kebun sayur kopeng. Di tempat ini kami belajar tentang sayuran, cara budidaya,
pengolahan lahan, pengelolaan OPT, dan masih banyak lagi. Mereka sudah mulai
menerapkan teknologi untuk membiakkan bakteri trichoderma sebagai
biopestisida tanah sejak tahun 2004. Meski alat-alat yang digunakan serba
sederhana, tapi sayuran yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik. Satu
pelajaran yang dapat diambil dari kunjungan di kampung kopeng ini adalah bahwa
masyarakatnya masih mempertahankan budaya untuk mengelola pertanian, menjaga
keseimbangan lingkungan dengan mengunakan bahan-bahan organik untuk budidaya
tanaman.
Setelah puas dengan pemandangan alam
kopeng, armada etnik kami pun melaju ke tempat kunjungan terakhir yaitu PTPN
tembakau di Kelaten. Di sini kami diperlihatkan cara pengolahan daun tembakau
dari mulai panen, fermentasi, sortasi, dan packing. Kami juga berkesempatan
mengunjungi kebun tembakau. Namun sayang, tanaman tembakaunya masih kecil sehingga
kami belum berkesempatan untuk penen. Tembakau yang ada di PTPN ini diproduksi
untuk bahan baku pembuatan cerutu, karena kualitas tembakaunya yang bagus, PTPN
Tembakau Kelaten ini telah berhasil menguasai 24% pasar dunia.
Alhamdulillah dapat banyak ilmu.. tuh kan, ternyata pertanian itu g’hanya nyangkul
doang,, pertanian itu luas, seluas samudra.. jadi inget kata-kata pak Soekarno
(presiden pertama Indonesia), beliau berkata bahwa “Pertanian itu hidup mati
suatu bangsa” nah lo.. berarti peran pertanian itu sangat besar bagi suatu
bangsa, bahkan salah satu indikator maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat
dari aspek pertaniannya. Kadang masih sedih ketika ada orang yang masih
berfikiran sempit tentang pertanian, mereka hanya tau pertaniaan itu ya
nyangkul, di sawah, kotor-kotor, dan bla..bla..bla.. Yuk sama-sama perbaiki mindset
kita tentang pertanian..^^
Wah.. gak terasa fieldtrip nya
sudah hampir berakhir..sedih..sedih..
Hari keempat (last day) it’s
time to having fun with Socrates 46. Ya.. bersenang-senang di pantai parang
tritis..\(^_^)/ Di hari terakhir ini kami beradu dalam berbagai macam
perlombaan. Ada lomba footsall, miss socrates, dan membuat istana
pasir. Kekeluargaan selama empat hari ini benar-benar terasa begitu indah.. Unforgetable
moment..
Acara ini ditutup dengan tukar kado
dan kaleidoskop perjalanan Socrates 46 sejak awal menginjakkan kaki di IPB.
Sedih, senang, kocak, semua campur aduk jadi satu. So sweett..
See U on the next trip..:D
 |
| cantik kan bunganya..^^ @PT Benara Flora Nursery |
 |
| Pengujian nilai Padatan Terlarut Total (PTT) Tebu |
 |
| Tebu yang lolos pengujian > siap masuk pabrik |
 |
| Ini nhe kereta yang digunakan buat ngangkut tebunya ke pabrik |
 |
| Lahan tebunya masih diolah |
|
|
|
|
 |
| belajar okulasi kopi di PTPT Kopi Banaran |
 |
| Waktu penen masih laamaa...:( |
 |
| Pohon Pinus di sepanjang jalan lembah Kopeng |
 |
| Subhanallah.. Indahnya..:) @Kopeng |
 |
| Sayuran organik ini udah sampai luar negri lho.. |
 |
| Hamparan permadani tembakau |
 |
| Tembakaunya masih kecil-kecil, belom boleh di penen.. @PTPN Tembakau |
0 komentar:
Posting Komentar