Selasa, 12 Juni 2012

Unforgotable 4 days..


Having experience to Java with Socrates “HARVEST”. Yaa, itulah kegiatan taunan mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB. Kegiatan yang merupakan mata kuliah lapang dengan bobot sks sebesar satu ini akhirnya benar-benar terlaksana. Kegiatan ini juga akrab disebut “fieldtrip”, apapun namanya yang penting kita have fun ajalah..hehe. Boleh jadi kegiatan ini adalah ajang refreshing kami sebelum menghadapi UAS.


Unforgotable moment..

Dini hari sekitar pukul 2.00 AM kami anak-anak AGH tumpah ruah memenuhi pelataran ATM Center IPB. Masih gelap memang, tapi karena dengan niat ingin menikmati keindahan alam dan mengambil pelajaran darinya, tak ada satu pun mahasiswa yang hadir dengan muka masam. Semuanya sumringah dan penuh kegembiraan meski ada beberapa yang menahan rasa kantuk karena belum tidur dari semalaman. Sebelum berangkat ke lokasi kunjungan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, kami semua berbaris dengan rapih, mendengarkan sambutan dan pelepasan resmi dari Kepala Departemen Agronomi dan Hortikultura, pak Dr. Ir. Agus Purwito, M.agr. Setelah itu, kami mahasiswa AGH yang berjumlah 157 dan didampingi oleh 10 dosen pembimbing memasuki bis masing-masing dan siap melaju ke tempat kunjungan.

Hari pertama, kami mengunjungi dua tempat yaitu PT Benara Flower Nursery dan PT East West atau yang biasa disebut “Panah Merah”. Hari yang indah,, di PT Benara Flower Nursery ini kami banyak belajar tentang pengelolaan pembibitan berbagai tanaman hias. Subhanallah.. lidah ini tak henti-hentinya mengucap tasbih, mensyukuri keindahan ciptaan Ilahi. Ada sekitar 500 spesies tanaman hias yang diperbanyak di tempat ini. Ada yang jenisnya palm, pohon, perdu, dan lain-lain. Ada tanaman in door ada pula tanaman out door. Perusahaan yang terletak di daerah karawang ini, menyediakan bibit-bibit tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat lokal maupun mancanegara, terutama negara-negara di timur tengah. Setelah puas mengorek-ngorek informasi dari pemilik perusahaan nursery ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke PT East West yang berada di daerah Purwakarta. Setibanya kami ditempat kunjungan kedua ini, kami pun kembali dibuat tercengang dengan kecanggihan teknologi yang telah diterapkan. Tempatnya bersih dan rapih. Kami diperlihatkan proses pengolahan benih dari mulai penyimpanan benih yang datang dari petani, proses pembersihan dan pemilahan benih, pengujian benih, hingga proses packing benih menjadi kemasan dengan ukuran tertentu yang siap untuk dipasarkan. Sayang, perusahaan ini bukan milik Indonesia melainkan milik Belanda. Hm,, kapan ya Indonesiaku punya perusahaan seperti ini..??

Suatu saat nanti Indonesiaku pasti punya yang seperti itu.. mungkin lebih canggih.. yeah.. nothing imposible..

Hari kedua, kami melaju ke daerah Pekalongan dan Semarang. Kali ini kami mengunjungi PT Gula Sragi dan PTPN Kopi Banaran. Subhanallah.. ditempat ini kami pun disambut dengan baik, kami dijelaskan tentang aspek budidaya tebu. Selain itu, kami juga diajak jalan-jalan melihat persiapan lahan untuk penanaman tebu. Di sana, kami juga telah belajar tentang pengujian tebu mana yang layak masuk pabrik untuk diproses lebih lanjut dan tebu mana yang belum layak atau belum memenuhi standar masuk pabrik. Panentuan standar ini didasarkan pada pengujian nilai padatan total terlarut (PTT) tebu menggunakan alat yang dinamakan penetrometer. Tebu yang diizinkan masuk adalah tebu dengan nilai PTT minimal 17. Tebu yang lolos pengujian, kemudian diangkut ke pabrik dengan menggunakan kereta.

Letihnya tubuh kami pun seolah tak terasa. Menjelang siang hari, bis kami pun melaju kembali, melanjutkan perjalanan ke PTPN Kopi Banaran. Di sini, kami belajar tentang berbagai macam jenis tanaman kopi. Selain itu, kami belajar teknik okulasi untuk penyediaan bibit kopi. Sayangnya, kami tidak diizinkan untuk panen karena pada waktu itu, umur kopi belum cukup untuk dilakukan pemanenan. Tapi rasa kecewa itu terobati dengan keindahan alam di Banaran, karena ternyata, kebun kopi ini telah disulap menjadi tempat rekreasi anak-anak. Sejauh mata memandang, lidah ini pun kembali tak henti-hentinya mengucap kalimat tasbih, mengagumi ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Di sepanjang jalan di kebun kopi ini terdapat aneka jenis tanaman buah-buahan lengkap dengan keterangan namanya. Hari ini berakhir dengan pembelian oleh-oleh kopi Banaran, sebagian dari kami ada yang membeli dalam bentuk minuman dengan berbagai varian rasa. Nikmatnya..

“Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan??” (Ar-Rahman:13)

Armada etnik dengan tour guide yang ramah ini pun kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini kami akan menikmati indahnya alam kopeng di Salatiga serta hamparan permadani tembakau di Kelaten. Aih.. It’s amazing..!! Indahnya lembah kopeng lagi-lagi membuat kami takjub.. Dengan mobil pick up kami dibawa ke kebun sayuran organik kampung kopeng, jauh di atas bukit. Mobil pick up yang membawa kami melaju cukup kencang, sesekali kami menjerit merasakan sensasinya seolah sedang naik roller roaster. Di sepanjang jalan kami disuguhi dengan pemandangan pohon pinus, terlihat gagah sekali, berdiri tegap menahan terpaan angin pegunungan yang sejuk. Sekitar 10 menit mobil pick up ini melaju, dan sampailah kami di kebun sayur kopeng. Di tempat ini kami belajar tentang sayuran, cara budidaya, pengolahan lahan, pengelolaan OPT, dan masih banyak lagi. Mereka sudah mulai menerapkan teknologi untuk membiakkan bakteri trichoderma sebagai biopestisida tanah sejak tahun 2004. Meski alat-alat yang digunakan serba sederhana, tapi sayuran yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik. Satu pelajaran yang dapat diambil dari kunjungan di kampung kopeng ini adalah bahwa masyarakatnya masih mempertahankan budaya untuk mengelola pertanian, menjaga keseimbangan lingkungan dengan mengunakan bahan-bahan organik untuk budidaya tanaman.

Setelah puas dengan pemandangan alam kopeng, armada etnik kami pun melaju ke tempat kunjungan terakhir yaitu PTPN tembakau di Kelaten. Di sini kami diperlihatkan cara pengolahan daun tembakau dari mulai panen, fermentasi, sortasi, dan packing. Kami juga berkesempatan mengunjungi kebun tembakau. Namun sayang, tanaman tembakaunya masih kecil sehingga kami belum berkesempatan untuk penen. Tembakau yang ada di PTPN ini diproduksi untuk bahan baku pembuatan cerutu, karena kualitas tembakaunya yang bagus, PTPN Tembakau Kelaten ini telah berhasil menguasai 24% pasar dunia.

Alhamdulillah dapat banyak ilmu.. tuh kan, ternyata pertanian itu g’hanya nyangkul doang,, pertanian itu luas, seluas samudra.. jadi inget kata-kata pak Soekarno (presiden pertama Indonesia), beliau berkata bahwa “Pertanian itu hidup mati suatu bangsa” nah lo.. berarti peran pertanian itu sangat besar bagi suatu bangsa, bahkan salah satu indikator maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat dari aspek pertaniannya. Kadang masih sedih ketika ada orang yang masih berfikiran sempit tentang pertanian, mereka hanya tau pertaniaan itu ya nyangkul, di sawah, kotor-kotor, dan bla..bla..bla.. Yuk sama-sama perbaiki mindset kita tentang pertanian..^^

Wah.. gak terasa fieldtrip nya sudah hampir berakhir..sedih..sedih..

Hari keempat (last day) it’s time to having fun with Socrates 46. Ya.. bersenang-senang di pantai parang tritis..\(^_^)/ Di hari terakhir ini kami beradu dalam berbagai macam perlombaan. Ada lomba footsall, miss socrates, dan membuat istana pasir. Kekeluargaan selama empat hari ini benar-benar terasa begitu indah.. Unforgetable moment..

Acara ini ditutup dengan tukar kado dan kaleidoskop perjalanan Socrates 46 sejak awal menginjakkan kaki di IPB. Sedih, senang, kocak, semua campur aduk jadi satu. So sweett..


See U on the next trip..:D 


cantik kan bunganya..^^ @PT Benara Flora Nursery


Pengujian nilai Padatan Terlarut Total (PTT) Tebu


Tebu yang lolos pengujian > siap masuk pabrik


Ini nhe kereta yang digunakan buat ngangkut tebunya ke pabrik


Lahan tebunya masih diolah





belajar okulasi kopi di PTPT Kopi Banaran


Waktu penen masih laamaa...:(
Pohon Pinus di sepanjang jalan lembah Kopeng
Subhanallah.. Indahnya..:) @Kopeng
Sayuran organik ini udah sampai luar negri lho..
Hamparan permadani tembakau
Tembakaunya masih kecil-kecil, belom boleh di penen.. @PTPN Tembakau

















0 komentar:

Posting Komentar

 

af-ida Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez