“Berfikir
dan bergerak, siapkan diri menjadi motor penggerak pembangunan dan pertanian
Indonesia” –IMMPERTI 2012
Fajar pun telah
tiba, mengiringi langkah 5 orang mahasiswa delegasi dari fakultas pertanian IPB
untuk menghadiri kongres Nasional Ikatan Mahasiswa Muslim Pertanian Indonesia
(IMMPERTI). Sekitar pukul 04.00 pagi kami tiba di telminal “Rajabasa”, Lampung.
Bandar Lampung 23-24 Maret 2012 kami berlima (Takbir –wakil ketua FKRD; Kodrat
–staff Syiar FKRD; Ida –Sekretaris FKRD; Kamila –staff Syiar FKRD; dan Sai
–Sekdep HRD FKRD) telah mengikuti serangkaian agenda yang bernama “Seminar
Nasional dan Kongres Nasional IMMPERTI 2012”. Hari-hari kami penuh manfaat.
Kami banyak belajar tentang “Perjuangan”, “Bermusyawarah”, dan “Ukhuwah”. Ya,
karena selama dua hari berada di sana, kami menghabiskan waktu untuk menyusun
GBHO, AD/ART, dan Rekomendasi untuk menyusun kembali puzzle-puzzel ukhuwah
mahasiswa muslim pertanian Indonesia yang telah lama tercecer.
Di hari pertama
kami di sini, Alhamdulillah, kembali kami dipertemukan kader-kader super
delegasi dari universitasnya masing-masing. Kami pun berkenalan satu sama lain,
saling merajut tali ukhuwah dengan do’a robitoh sebagai pengikatnya, semoga
ukhuwah ini tetap kokoh meski acara telah usai.
Di hari pertama
ini tepatnya hari Jum’at, 23 Maret 2012, kami memulai agenda dengan penyusunan
GBHO dan AD/ART. Sungguh di luar dugaan, sidang dimulai dengan cukup serius.
Kami kemudian saling beradu argument
untuk menyusun suatu tata tertib sidang. Tampak nya cara ini kurang efektif
karena, hanya perdebatan yang ada, “akhi.. harusnya seperti ini,, bukan
seperti itu..; menurut ana point tersebut tidak perlu dihilangkan akhi..;
bla..bla..bla..”
Akhirnya setelah
pimpinan sidang “Pembentukan GBHO dan AD/ART” terbentuk, ada inisiatif dari pimpinan
sidang untuk membagi peserta sidang kedalam 3 kelompok dengan harapan jalannya
sidang berlangsung lebih efektif. Tiga kelompok tersebut yaitu Komisi A, Komisi
B, dan Komisi C. Komisi A bertugas membahas segala sesuatu yang berhubungan
dengan AD/ART, sedangkan Komisi B membahas GBHO, dan Komisi C membahas
rekomendasi yang diajukan untuk kepengurusan periode selanjutnya. Sidang hari
pertama berakhir pada pukul 17.46, namun belum membuahkan hasil final karena cukup
banyak hal yang harus dimusyawarahkan, banyak hal yang harus dipertimbangkan
dan dikritisi untuk membentuk suatu GBHO dan AD/ART. Sidang pun diakhiri dan akan
dilanjutkan esok hari.
Di sela-sela
istirahat kami setelah sidang hari pertama berakhir, tampaknya panitia melihat
kepenatan dari raut wajah kami. Malam hari itu, panitia kongres mengejutkan
kami dengan ajakan makan malam ke rumah pak walikota. Subhanallah..
Kami pun bersiap
dan bergegas menuju kediaman pak walikota lampung. Tempatnya tak begitu jauh
dari asrama tempat kami menginap, hanya sekitar 20 menit saja. Malam itu pula
menjadi kesempatan pertama kami merasakan “Trans Lampung”, semacam bus way yang
baru direlease sebagai angkutan umum di Lampung. Di sepanjang jalan
menuju rumah pak walikota, kami disuguhi pemandangan kota lampung di malam hari
yang menakjubkan. Kerlap-kerlip lampu kota, pemandangan patung gajah khas
lampung, menara yang indah (saya lupa namanya), dan yang membuat kami corious
adalah di sepanjang jalan yang kami lalui, kami melihat lambang “Siger” yang
bertengger di setiap atap bangunan. Setelah bertanya kepada salah seorang
panitia, ternyata lambang “Siger” tersebut merupakan penanda bahwa kita sedang
berada di wilayah lampung. Siger adalah semacam mahkota yang beratnya bisa
mencapai 5 kg. Siger ini biasanya dipakai oleh pengantin wanita saat
melangsungkan pernikahan.
Tak terasa,
sembari melihat-lihat keindahan kota lampung di malam hari, kami pun tiba di
tempat tujuan, kediaman pak walikota. Kami disambut dengan baik. Kami
dipersilahkan duduk dan menikmati hidangan makan malam. Makanan yang bervariasi
dan enak tentunya.. Subhanallah..
Malam ini juga,
sembari menikmati makan malam, beberapa diantara kami ada yang diminta maju ke
panggung untuk menyayikan lagu. Beberapa diantara kami pun ada yang
berkesempatan duduk satu meja dengan ibu walikota. Beliau sangat care dengan
mahasiswa. Beliau menceritakan tentang kemakmuran masyarakat lampung yang
dipimpin oleh suaminya. Pada malam itu juga, pak walikota memberikan pidato
untuk menyambut kami. Dalam pidatonya, beliau banyak berharap kepada mahasiswa
pertanian untuk memajukan pertanian Indonesia, karena disadari atau tidak,
negri ini sangat bergantung pada sektor ini untuk mencapai kemandirian dan
kemakmuran bangsa.
Terima kasih
bapak, semoga kami dapat mengemban amanah tersebut.
Begitu kami
sangat menikmati karuniaMu ini ya Allah.. dan tibalah kami dipenghujung acara.
Tak lupa kami pun berpamitan dan mengucapkan terima kasih atas undangan makan
malam yang luar biasa ini. Pada saat pulang, kami juga dibekali souvenir khas
lampung. Untuk para akhwatnya mendapat selendang dari kain tapis, sedangkan
untuk para ikhwannya mendapat topi khas lampung..\(^_^)/
***
Hari kedua di
bandar Lampung. Sidang penyusunan GBHN dan AD/ART dilanjutkan kembali. Kali ini
kami hanya diberi kesempatan sampai pukul 10.00 AM saja untuk menyelesaikan
pembahasan kami tempo hari yang belum usai. Dan tepat pada pukul 10.00 AM
sidang penetapan GBHO dan AD/ART dimulai. Suasana sidang kali ini cukup tenang,
tak ada lagi kata-kata, “Intrupsi..; sidang dipending..; mohon ditinjau
ulang pasal..;” yang sering muncul adalah kata-kata, “Sepakat..”. Alhamdulillah..
sidang ini telah selesai dan para peserta dipersilahkan untuk istirahat (sholat
dan makan).
Agenda IMMPERTI
pun dilanjutkan kembali dengan pemilihan DPP dan DPW IMMPERTI. Oy, universitas
yang berpartisipasi dalam kongres ini ada UGM, IPB, UNRI, UNILA, UNS, UNHAS,
UNRAM, UNAND, dan UNIB. Pada periode sebelumnya, UNILA berkesempatan menjadi
DPP dan pada periode 2012 ini telah diputuskan yang menjadi DPP adalah UGM sedangkan
yang menjadi DPW ada 5 universitas sesuai pembagian wilayah yang telah
disepakati oleh peserta sidang, DPW I diketuai oleh UNRI, DPW II oleh UNILA,
DPW III oleh UNS, DPW IV diketuai oleh UNHAS, dan DPW V diketuai oleh UNRAM.
Dalam
kepengurusan IMMPERTI periode yang baru ini sedikit berbeda dengan kepengurusan
yang telah lalu. Sejak ditetapkannya GBHO dan AD/ART kelembagaan IMMPERTI yang
baru, telah diputuskan bahwa pemilihan perangkat kepengurusan IMMPERTI seperti
wakil ketua, sekretaris dan bendahara, serta bidang-bidang, semua diserahkan
penuh kepada DPP terpilih, yaitu Universitas Gajah Mada. Meskipun IPB belum
berkesempatan menjadi DPP maupun DPW karena beberapa kendala seperti belum
legal formalnya FKRD sebagai lembaga dakwah fakultas (masih sebagai LS di
Lembaga Kemahasiswaan), tapi hal tersebut tak menyurutkan langkah kami untuk
terus berkontribusi dalam perjalanan panjang dakwah ini.
Semoga IMMPERTI
yang baru ini dapat mengemban amanah lebih baik, sehingga dapat mempersatukan
kami para mahasiswa muslim yang tersebar ditanah air sebagai agen perubahan,
seperti yang telah tercantum dalam GBHO dan AD/ART yang telah kami sepakati
bahwa kami siap mengabdi kepada masyarakat dalam memajukan pertanian Indonesia yang
Islami sesuai dengan tema yang telah diangkat dalam kongres nasional ini yaitu “Berfikir
dan bergerak, siapkan diri menjadi motor penggerak pembangunan dan pertanian
Indonesia”
0 komentar:
Posting Komentar